FRIENDSHIP
Dipagi hari yang cerah di dalam sebuah bus duduk lah dua sejoli yang sedang asik bersenda gurau disaat semua orang yang ada di dalam bus sedang sibuk dengan gadget mereka masing-masing. Dua sejoli itu adalah Tan dan Vallery, mereka sudah cukup lama bersahabat mungkin lebih tepatnya ketika awal musim masuk sekolah. Mereka sangatlah akrab sampai orang-orang pun mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih tapi nyatanya mereka hanyalah bersahabat.
Mereka selalu pergi kesekolah bersama walaupun rumah mereka cukup jauh dan bisa dibilang beda arah,tapi Tan selalu menjemput Vallery untuk ke sekolah bersama vallery pun tidak tahu apa alasan Tan yang selalu menjemputnya walaupun jarak rumah mereka jauh. Tetapi terkadang mereka tidak pulang bersama karena kelas dan jadwal mereka berbeda,kelas Tan cukup sering mendapatkan pelajaran tambahan karena kelas Tan adalah kelas Atletik. Karena kelas Tan jarang belajar teori dan lebih sering melakukan praktek serta murid dikelas itu sangat sering mendapatkan dispensasi karena mengikuti perlombaan. Tan sendiri adalah seorang atlet panahan. Sedangkan vallery hanyalah murid biasa,namun vallery cukup aktif dalam beroganisasi. Vallery adalah seorang sekretaris umum di dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah atau biasa disebut OSIS.Vallery termasuk murid yang berprestasi disekolah oleh karena itu dia pun termasuk murid yang menempati kelas unggulan. Vallery dan Tan termasuk murid yang cukup terkenal diantara murid lainnya, karena Vallery dan Tan cukup tampan dan cantik dan juga murid kelas atletik dan murid kelas unggulan itu selalu menjadi panutan bagi murid-murid lainnya.
Setelah mereka turun dari bus mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah dengan berjalan kaki. Tiba – tiba saja Vallery menabrak tiang yang ada di depannya.
"aawww sakit" keluh Vallery. Tan yang ada di depannya pun kaget dan langsung menengok ke belakang ternyata Vallery menabrak sebuah tiang,Tan pun kembali menyusul Vallery.
"aduhh gimana sih tiang diem aja ditabrak,apalagi kalo tiang nya jalan" ejek Tan.
" sakit tau!! kenapa harus ada tiang di tengah jalan gini sih?" kesal Vallery, Tan pun hanya tertawa.
"mana yang sakit? Sini aku liat memarnya?" tanya Tan khawatir.
"ini nihh yang di sebelah sini" jawab Vallery sambil menunjuk luka nya.
Tapi yang Tan lakukan adalah menyentil luka itu dan Vallery hanya bisa teriak kesakitan dan kesal karena tingkah Tan. Inilah sifat Tan yang tidak disukai oleh Vallery yaitu Tan sangat lah jahil dan nakal. Tan pun juga tidak suka dengan sifat Vallery yang sangat ceroboh dan cuek. Namun didalam semua persahabatan pasti kita punya sisi atau sifat tentang sahabat kita yang tidak kita sukai walaupun begitu pasti kita harus bisa menerima sifat itu,karena sahabat adalah seseorang yang bisa menerima apapun keadaan kita dan yang tidak akan pernah meniggalkan kita sendirian. Namun sebenarnya mereka sangat menyayangi satu sama lain. Tan tidak suka sifat Vallery yang ceroboh karna Tan takut ketika tidak sedang bersama Tan bisa saja Vallery terluka lebih parah dan sifat cuek nya Vallery juga Tan pun tidak suka karena takut teman-teman Vallery akan menjauhi Vallery. Sedangkan Vallery tidak suka sifat jahil Tan karena Vallery takut seseorang akan terluka karena kelakuan jahil nya Tan yang sangat berlebihan, Jika itu Vallery dia masih bisa memaafkannya tapi bagaimana dengan orang lain?itu belum tentu akan sama dengan pemikiran Vallery.
Setelah kejadian itu mereka berjalan dengan hening tanpa pembicaraan sama sekali. Sesampainya di sekolah, mereka menuju kelas masing-masing karena kelas Vallery berada di depan jadi yang akan sampai duluan adalah Vallery. Ketika Vallery akan masuk kelas Tan pun teriak " Semangat belajarnya ya itikku" Vallery tidak menjawab apapun dan langsung masuk ke kelas, karena Vallery masih kesal karena kejadian tadi. Tan pun hanya bisa menarik nafas melihat perlakuan cueknya Vallery.
Bel masuk pun berbunyi,seperti biasa para murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan menunggu bapak ataupun ibu guru untuk masuk kelas. Dikelas Vallery Pelajaran di jam pertama sangatlah membosankan yaitu Sejarah dan dilanjutkan dengan pelajaran Matematika sampai jam istirahat benar-benar pagi yang menyebalkan bagi Vallery. Berbeda dengan Vallery, Kelas Tan sedang jam pelajaran Olahraga sampai jam istirahat, bagi Tan olahraga pelajaran yang sangat menyenangkan. Pada akhirnya mereka harus menjalani semua itu,karena tugas utama seorang pelajar adalah belajar.
Tak terasa bel istirahat pun telah berbunyi dan semua murid akhirnya bisa bernafas lega,karena yang paling ditunggu murid-murid dari jam disekolah adalah jam istirahat. Vallery pun akhirnya ke kantin bersama dengan teman-teman nya tidak Cuma mereka, murid-murid lain pun berbondong-bondong ke kantin tapi, ada juga yang tetap dikelas karena mereka membawa bekal dari rumah. Akhirnya mereka sampai di kantin dan segera mencari tempat duduk, mereka mendapat tempat duduk tetapi kantin sangat ramai dan padat sehingga dari mereka bertiga hanya sheila dan lary yang membeli makanan,sedangkan Vallery tetap duduk dan menitipkan pesanannya kepada sheila dan lary. Ketika Vallery sedang duduk sendirian,datanglah Tan yang dengan santainya langsung duduk di sebelah Vallery. Vallery pun langsung memasang muka bete nya,dia masih sedikit kesal dengan Tan.
"hei mengapa muka kau jadi bete begitu ketika aku datang?" bingung Tan
"kau pikir saja sendiri!" jawab Vallery kesal
"ahhh aku mengerti, kau masih marah padaku kan karena kejadian pagi tadi? Ahh aku sangat minta maaf, bercanda ku kelewatan yaa?" sambil mengusap kepala Vallery
"okee aku maafkan lain kali kalo mau bercanda dipikir – pikir dulu yaa" jawab Vallery sambil menasihati Tan
"siap bu bos! yak hari sabtu ini aku ada pertandingan,kau harus datang yaa!" pinta Tan
"apa?hari sabtu?" jawab Vallery
"iyaa ayolahh luangkan waktu mu untuk datang,ya?ya?ya?" Bujuk Tan
"oke oke aku akan datang kesana. Jam berapa pertandingannya?
"Jam 11 siang"
"oke aku mengerti"
Tiba – tiba saja teman – teman nya Tan memanggilnya
"yakk Tan ayoo cepetan!!"
"oh iya sebentar" jawab Tan
"yak itik teman ku sudah memanggil,aku harus pergi byee!! Jangan lupa ya hari sabtu jam 11!! Kalo kau tidak datang aku tidak mau jadi sahabat mu lagi!!" teriak Tan sambil melambaikan tanganya
"yakk apa kau ingin mati Tan?!" balas Vallery kesal
`aishh kenapa dia sangat menyebalkan?!` gumam Vallery
Setelah Tan pergi akhirnya sheila dan Lary pun datang membawa makanannya dan mereka pun menyantap makanannya. Ketika sedang asik menikmati makanan Sheila pun membuka obrolan
"hei hari sabtu kita pergi ke mall yuk, ada film bagus loh dan aku juga ingin membeli tas" ajak Sheila.
"ayoo aku juga ingin membeli sepatu,sepatu lama ku sudah rusak" balas lary.
"sepertinya aku tidak bisa jika hari sabtu, aku ada janji dengan orang lain" tolak Vallery.
"dengan siapa? Ah kau sok sibuk nih hahaha" ejek lary.
"ini rahasia hahaha" balas Vallery.
Setelah menghabiskan makananya mereka pun kembali ke kelas dan bel masuk pun berbunyi. Mereka harus kembali berkonsentrasi dengan pelajarannya. Ibu Guru pun kembali masuk ke kelas dan kami pun belajar lagi seperti biasa. Ibu Guru kali ini memberi kami tugas kelompok,Vallery sangat malas untuk mengerjakan tugas kelompok dari pelajaran ini,karena Ibu guru ini selalu saja memberi tugas mendadak dan harus dikumpulkan secepatnya.
"Val gimana nih?kita harus mengumpulkan tugas nya hari sabtu. Jika kita mengerjakan sekarang aku tidak bisa,karena hari ini aku ada les." Keluh Lary
"aku juga tidak bisa kalo hari ini. Hari ini aku ada acara keluarga yang sangat penting." Balas Sheila
"oke oke. Bagaimana kalo besok siang?karena besok sudah hari sabtu jadi kita harus mengerjakannya dengan cepat,biar cepat selesai dan bisa langsung di kirim ke bu guru"
"okee setuju!!" jawab Lary dan Sheila.
Keesokan harinya......
Vallery sedang dalam perjalanan ke tempat yang mereka sepakati,yaitu sebuah kafe yang biasa mereka datangi ketika waktu senggang. Vallery mungkin terlambat karena bus yang ia tumpangi terlambat datang nya dan ditambah lagi macet nya jalan raya di ibu kota ini, jadi mau tidak mau ia harus menunggu sedikit lebih lama. Sedangkan Sheila dan Lary sudah sampai di kafe itu,mereka menunggu Vallery yang bisa dibilang sangat terlambat datang nya.
Vallery pun sampai di kafe,dan larry pun melambaikan tangan nya menandakan bahwa mereka sudah menunggu sedari tadi. Vallery pun langsung menghampiri mereka.
"halo guys maaf ya telat" ucap vallery
"iya ngga papa kok" jawab sheila
"yaudah langsung aja, jadi gini lary kamu bagian yang cari materi budaya jawa, terus sheila kamu yang cari materi bagian budaya aceh, nah sisanya aku yang cari." Suruh vallery
"oke ayo sekarang langsung dikerjain aja" jawab lary
Akhirnya mereka pun sibuk dengan tugas nya masing-masing, sampai –sampai vallery lupa bahwa telah memiliki janji dengan tan.
Sedangkan Tan sedang menunggu gilirannya untuk pertandingannya. Tan sedari tadi mencari-cari dimana Vallery menunggu nya,tetapi Tan tidak bisa menemukan Vallery bahkan dia pun tidak melihat batang hidung Vallery sedari tadi.
`aishh kemana sih si itik?kenapa aku tidak melihatnya sedari tadi?` gumam nya
"hei apakah kau melihat Vallery?" tanya Tan pada temannya.
" tidak, aku tidak melihatnya sedari tadi" jawabnya
"ah gitu ya, makasih ya" jawab Tan
Tan pun bergumam `apa jangan jangan dia tidak datang?atau lupa?`
Sekarang pun sudah giliran Tan. Tan pun mengikuti pertandingan tanpa Vallery. Sedangkan Vallery pun juga sibuk dengan tugas nya. Sampai waktu pun menunjukan pukul 5 sore.
" akhirnya selesai juga tugas kita" ucap sheila.
"iya ya akhirnya kita bisa santai – santai lagi" balas lary.
"yaudah ini langsung dikirim aja ya,biar kita bisa langsung pulang dan bersantai" jelas Vallery.
" iya bener bener tuh, ayo cepetan dikirim" balas sheila.
Setelah itu mereka pulang kerumah masing – masing. Namun ketika di jalan tiba – tiba saja teringat bahwa dia memiliki janji dengan seseorang, dia pun lupa seseorang itu siapa.
`sepertinya aku memiliki janji lain selain ini?tetapi dengan siapa ya?kenapa aku bisa lupa` gumam Vallery.
Namun tiba-tiba saja dia ingat dengan siapa ia memiliki janji.
`astagaaa!!! Aku baru ingat, aku janji dengan Tan untuk menonton pertandingannya, astaga aku harus bagaimana ini? Ah Tan pasti akan mengerti bila aku menjelaskannya` paniknya
Hari senin......
Vallery agak sedikit bingung, kenapa hari ini Tan tidak mengajaknya untuk pergi ke sekolah bersama. Tan bilang katanya dia ada keperluan jadi dia tidak bisa mengajaknya untuk pergi ke sekolah bersama,tetapi Tan selalu jujur keperluan apa yang dia lakukan,namun kali ini berbeda seperti ada yang ditutupi oleh Tan, Vallery pun menjadi sangat bingung. Ketika sampai di sekolah pun Tan sangat cuek dengan Vallery.
"yakk Tan!!!" teriak Vallery sambil mendekap kepala nya ke dalam ketiak nya.
" yak aku sudah menunggu tadi pagi,tapi tiba-tiba kau bilang tidak bisa berangkat bersama, ah kau sangat php" keluh Vallery.
"Kau seharusnya mengaca Val" ucap Tan.
Tan mengucapkannya sangat tenang namun seperti berbeda rasanya dari biasa. Tan pun melepaskan dekapan tangan Vallery dari kepalanya dan langsung pergi meniggalkan Vallery. Vallery pun terdiam dan menjadi sangat bingung. Vallery hanya bertanya pada dirinya sendiri `kenapa Tan?`. Vallery pun berpikir sepertinya ada yang harus di bicarakan dengan Tan.
Bel masuk pun berbunyi dan Vallery masuk ke dalam kelasnya. Pelajaran terus berjalan namun tidak ada satupun yang masuk ke dalam otak Vallery. Pikiran Vallery saat ini sedang dipenuhi dengan pikiran – pikiran tentang Tan.
`ada apa dengan Tan? Mengapa dia jadi seperti ini? Ahh aku sangat kesal dan bingung` gumam Vallery.
"yakk jangan berisik itu ibu guru sedari tadi memperhatikan mu val" ucap lary.
"yakk perhatikan ke depan! Ibu guru mulai menuju kesini!" timpa sheila.
Vallery tetap diam dan tidak menghiraukan teman-teman nya,sampai terdengar suara gebrakan meja yang menghamburkan lamunannya.
*bruakkkk
"vallery kenapa kamu sedari tadi melamun saja?!!" teriak ibu guru.
" ahh maaf bu" jawab Vallery.
"kalau kamu sampai melamun lagi,saya akan mengeluarkanmu dari kelas!!" marah ibu guru.
Vallery pun hanya mengangguk. Sampai akhirnya ibu guru kembali mengajar,kemudian bunyi lah bel istirahat. Semua murid pun keluar dari kelas untuk menuju kantin. Namun berbeda dengan Vallery dia memilih untuk mencari Tan ke kelas nya, tetapi ketika dia ke kelas Tan, ternyata Tan tidak ada di kelas.
"hei apa kau melihat Tan?" tanya nya ke salah satu murid di kelas Tan.
"tidak tau,aku tidak melihatnya sedari tadi" jawab nya
"ah makasih ya" balas vallery yang hanya di balas anggukan oleh murid itu.
`aihh kemana ya si Tan apa jangan – jangan dia di rooftop lagi?` gumam nya. Vallery pun langsung menuju ke rooftop dan benar saja Tan ada disana. Dia pun langsung mengahampirinya namun Tan dengan sigap,langsung menjauh dan ingin pergi dari rooftop. Tetapi Vallery dengan cepat menahannya.
"Tan kau sebenernya kenapa? Kenapa kau menjauhi ku?"
"kau pikir sendiri saja val"
"kalau aku tau aku tidak akan bertanya padamu bodoh!!!"
"coba ku tanya,apa kau masih menganggap aku sahabat mu?"
"TENTU SAJA!!" Teriak Vallery.
"lalu mengapa kau melupakan janji mu?"
"janji?"
"yaa!! Kau berjanji akan datang melihat ku lomba bukan kau berjanji menemaniku tapi apa? Apakah kau datang? Ahh bahkan kau tidak ingat kalau kau punya janji dengan ku!" keluh Tan
"Tan maaf kan aku, aku tahu aku salah. Tapi aku benar – benar lupa dan aku ada kerja kelompok yang tidak mungkin aku tinggal. Tugas nya harus dikirim hari sabtu dan sheila sama lary tidak bisa jika harus kerja kelompok hari lain." Jelas Vallery
Tan pun hanya terdiam mendengar penjelasan Vallery. Tan berpikir dia agak sedikit egois.
"Tan ayolah maaf kan aku,aku janji tidak akan seperti ini. Lain kali jika aku tidak bisa,aku akan mengabarkan kau dulu." Tegas Vallery sambil mengangkat jari kelingkingnya.
" okee aku memaafkan mu!! Aku juga minta maaf ya karna memaksamu untuk menemaniku." Balas Tan
"okee jadi kalau salah satu dari kita ada yang salah, kita harus jujur jangan di pendam saja, jangan saling cuek begini. Aku tidak suka kalo kita saling cuek gini!mengerti?!" pinta Vallery
"iya iya aku ngerti kok itik ku.... ahh kenapa beberapa hari ini kau sangat bawel huhh?" keluh Tan.
"yakk jangan membuatku kesal. Aku memang bawel puas kau?!" Jawab Vallery.
"sangat puas hahahaha"
Dan mereka pun akhirnya lebih mengerti tentang satu sama lain dan juga mereka tidak lagi mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi lebih mengerti tentang perasaan satu sama lain sebagai sahabat.
TAMAT.

Komentar
Posting Komentar