Kisah Persahabatan antara Ramadhan dan Saprol (Fatimah XI IBB)



Di suatu pagi yang sangat cerah ada seorang anak yang bernama Ramadhan. Anak ini termasuk tipe anak yang sangat aktif sekali (agresif). Kalau di rumah, terkadang saya sangat bingung dengan sikap yang di miliki oleh Ramadhan. Karena anak ini sangat super-super aktif bangat. Sampai suatu ketika orang tua Ramadhan bertanya kepada saya dan mama saya, mama Ramadhan berkata "Kenapa anak saya bisa seperti ini bu" dan mama saya menjawab "Mungkin ibu salah memberi dia makanan." mama Ramadhan  menjawab "Tidak bu, saya tidak memberi dia apa apa."

Kemudian keesokan harinya orang tua Ramadhan dan Ramadhan pergi ke rumah sakit untuk bertanya kepada dokter. Mama Ramadhan berkata "Maaf dok saya mau tanya, kenapa anak saya bisa seperti ini dok?." Dokter pun menjawab "Mungkin anak ibu sedang dalam masa pertumbuhan." Mama Ramadhan berkata "Oh seperti itu ya, makasih ya dok."

Setelah bertanya kepada dokter, akhirnya orang tua Ramadhan dan Ramadhan kembali pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah Ramadhan bertanya kepada ibunya "Mama aku abis diapain sama dokter tadi?" lalu mamanya Ramadhan menjawab "Tidak nak, kamu tidak di apa-apakan sama dokter tadi." dan akhirnya Ramadhan tersenyum melihat mamanya.

Ketika hari menjelang sore, Ramadhan keluar rumah kemudian dia berkenalan dan bermain bersama dengan teman barunya yang bernama Saprol. Saprol ini orangnya sangat pendiam sekali, bahkan teman-teman yang lainnya banyak yang bilang bahwa Saprol itu termasuk dalam kategori orang yang sangat cuek. Selain itu juga, banyak teman-teman yang lain, yang tidak mau bermain dengan Saprol. Kemudian Ramadhanlah yang mau bermain bersama dengan Saprol. Mereka main bersama di depan rumah Saprol. Saat bermain bersama, saprol meminjamkan sebuah mainan yang baru di berikan oleh Ayahnya. Pada saat Ramadhan ingin mengambil mainan itu dari tangan Saprol, tiba-tiba mainan itu terjatuh. Ketika mainan itu terjatuh, Saprol berkelahi dengan Ramadhan dan akhirnya Saprol menangis, karena mainannya di rusakin sama Ramadhan. Dan kemudian Saprol mengadu sama mamanya, dan tidak mau bermain lagi dengan Ramadhan. Akhirnya Ramadhan kembali pulang ke rumah.

Keesokan harinya Ramadhan datang lagi ke rumah Saprol niatnya adalah ingin meminta maaf dengan Saprol, tetapi Saprol tidak mau memaafkan kesalahan yang telah di perbuat oleh Ramadhan. Karena dia sudah terlanjur kecewa dengan Ramadhan. Karena Ramadhan, mainan yang di berikan Ayahnya menjadi rusak. Saprol menolak permintaan maaf dari Ramadhan. Akhirnya Ramadhan kembali pulang ke rumah. Lalu Ramadhan bilang sama mamanya, bahwa Saprol menolak permintaan maafnya.

Beberapa hari kemudian Ramadhan mencoba untuk datang ke rumah Saprol lagi untuk meminta maaf kembali. Tetapi sesampainya di rumah Saprol, Ramadhan merasa ragu, karena Ramadhan takut bahwa Saprol tidak mau menerima permintaan maaf atas kejadian waktu itu. Tetapi Ramadhan akan berusaha semaksimal mungkin, agar Saprol mau menerima permintaan maafnya atas kesalahan Ramadhan kemarin.

Setelah Ramadhan menunggu untuk beberapa menit, keluarlah mamanya Saprol. Kemudian Ramadhan bertanya dengan mamanya saprol, ia berkata "Assalamu'alaikum tante, maaf mau tanya, Saprolnya ada di rumah tante?." Kemudian mamanya Saprol menjawab "Wa'alaikumsalam, ada kok dik? silahkan duduk di kursi itu. Sebentar tante panggilkan dulu ya Saprolnya. Eh iya, ngomong-ngomong kamu mau minum apa? Biar nanti tante ambilkan." Ramadhan menjawab "Aduh tante gak usah repot-repot, saya gak lama kok tante. Tapi sebelumnya makasih ya tante sudah menawarkan saya minum." Kemudian mama Saprol menjawab lagi "Ya sama-sama, bentar ya tente panggilkan dulu Saprolnya."

Setelah nunggu beberapa menit, akhirnya Saprol keluar juga. Kemudian Ramadhan bertanya kepada Saprol "Rol, kamu masih marah sama aku soal kejadian waktu itu?." Saprol menjawab "Menurut kamu gimana? Ya kamu mikir aja sendiri." Ramadhan berkata "Yaudah prol, aku minta maaf soal kejadian waktu itu, kamu maukan maafin aku?." Ketika Ramadhan ingin minta maaf Saprol terdiam, lalu Saprol menjawab "Ya aku maafin kamu kok, lagian juga kita kan berteman, kita baru kenal, aku maafin kamu kok. Oh iya, aku juga minta maaf ya waktu kejadian itu aku langsung tinggal kamu gitu aja, soalnya aku waktu itu kecewa aja sama kamu, gara-gara kamu rusakin mainan baru aku yang di berikan oleh ayah aku." Ramadhan menjawab dengan hati gembira "Makasih Saprol kamu sudah mau memaafkan aku, aku janji sama kamu aku tidak akan ngerusakin mainan kamu lagi. Dan aku berjanji pada diri aku sendiri agar selalu berhati-hati lagi dalam memegang barang yang bukan milik kita sendiri."

Akhirnya mereka berdua pun kembali seperti dulu lagi, mereka selalu main bersama, dan kemudian penyakit yang di derita oleh Ramadhan sudah hilang Karena kehadiran sosok Saprol di hadapan Ramadhan. Kemudian Ramadhan dan Saprol hidup dengan bahagia,ceria, dan penuh dengan canda tawa.

Komentar