Baby's Breath (Reynalda XI.IBB)

Baby's Breath

"Baby's Breath" Bunga klasik yang melambangkan kesucian, ketulusan, dan kebahagiaan; alasan utama mengapa florist menggunakannya bersama dengan mawar, simbol teramat kuat cinta sejati.

         Namaku Kyla, ketika aku kecil aku tinggal di panti asuhan, sekarang umurku beranjak 23 tahun, aku ditinggal orang tuaku ketika aku masih kecil, kedua orang tuaku mengalami kecelakaan tragis dan tidak selamat di tempat. Ketika aku berumur 17 tahun aku diangkat oleh pasangan suami istri yang tidak bisa memiliki anak, orang tuaku cukup dikenal orang orang penting. Dulu aku seorang pianis yang handal, ketika di panti aku selalu memainkan piano, dan semua anak di panti bilang bahwa aku anak terpintar di panti asuhan.

       Ah ya! saat di panti aku mempunyai teman bernama Chanyeol, ia senasib denganku ditinggal orang tuanya ketika masih kecil, ketika itu ibu panti asuhan mengenali Chanyeol kepada anak anak di panti, ia berpakaian lusuh dengan luka di mana-mana, awal kulihat ia hanya celingak-celinguk tanda tidak mengerti. Dan ternyata ibu panti bercerita kepadaku bahwa Chanyeol anak yang mempunyai keterbelakangan mental, dia mempunyai IQ yang rendah dan tidak bisa mencerna omongan orang dengan cepat. Kesehariannya waktu itu hanya menyirami tanaman bunga di halaman belakang panti dan belajar mengitung, membaca, dan lain lainnya, dengan sabar ibu panti mengajarinya hingga ia bisa walau sedikit lambat untuk berpikir. Di panti asuhan tidak seorangpun yang ingin main bersamanya, karena ketika ia diajak bermain ia hanya memandang teman-teman dengan tatapan bingung tanda tidak mengerti.
      
      Saat itu ia sedang menyirami tanaman, aku mencoba untuk mendekatinya dan ia terlihat ketakutan saat aku menjulurkan tangan

-Flashback On-

"Hei, Kau Chanyeol? Kenalkan namaku Kyla Kim, kau bisa memanggilku Kyla, bisakah kita menjadi teman?" kenalku kepadanya dengan senyuman yang manis. Dan ia hanya memandangku dengan tatapan ketakutan dan bingung. Akupun menarik tangannya untuk bersalaman denganku.

"Kau suka menyirami tanaman? Dapatkah aku membantumu? Ah! apakah kamu menyukai bunga baby breath itu?" ocehku lagi dan hasilnya sama ia hanya diam tanda tidak mengerti. Akan tetapi ia mencabut satu tangkai bunga baby breath itu dan menjulurkan tangannya kepadaku.


"Ini untukku? Wah terima kasih, dan ah ya sekarang kita menjadi teman ya! Aku akan mengajarkan dirimu Chan, jangan pernah sungkan kepadaku, ok?!" bilangku kepadanya. 


" Te..terima kasih Kyla." jawabnya. Ah apakah aku tidak salah dengar? Ia mengucapkan terima kasih kepadaku, dan akupun langsung memeluknya erat saat kulihat ia tersenyum dengan manisnya, wahh kalau dari dekat Chanyeol tampan juga – batinku

-Flashback off-

        Sejak saat itu kami menjadi teman, aku selalu mengajarinya membaca, menghitung,
kami selalu menyirami tanaman bersama, bahkan ia selalu menyelipkan bunga di telingaku.

-Flashback on-

"Wah sangat indah bunga ini, kau suka bunga ini?" ujarku. Yang sedang menyirami tanaman bersama Chanyeol, dan respon Chanyeol hanya diam tak mengerti. Akupun untuk mengistirahatkan diri di bangku taman. Selama beristirahat aku diselingi dengan menulis diary, tiba-tiba saja Chanyeol sudah dihadapanku dan menyelipkan bunga di telingaku. Sontak akupun terkejut atas perilakunya dan membuat pipiku merah merona dengan perilaku manisnya. Ia pun tersenyum sangat manis

"Kyla, sangat cantik." ujarnya
oh sungguh pipiku semakin panas rasanya. Ia pun duduk disampingku, dan akupun berceloteh banyak .

-Flashback off-

Dan saat itu juga ia selalu memberiku 1 tangkai bunga baby breath. Aku memakluminya jika aku berceloteh panjang, dan ia hanya menatapku dengan tatapan polosnya itu. Suatu hari ia membuat diriku tersentuh akan perilakunya lagi. Saat itu hujan sangat deras, bunyi petir bersahut sahutan tanpa berhenti, aku akan terasa gemetar jika mendengar suara petir. Dan akupun tidak bisa tidur, aku terkejut saat melihat Chanyeol telah berbaring disampingku,dan menggenggam tanganku. Dan entah mengapa setelah itu akupun tertidur dengan pulas walau suara petir masih terdengar, aku merasa terjaga walau Chanyeol hanya menggenggam tanganku.

       Ketika itu tepat hari minggu, ibu kantin memberitahu kami bahwa kami akan pergi jalan-jalan ke Taman Fantasi, semua anak bersorak ria dengan semangat anak-anak di panti bersiap-siap, aku pun juga bersiap-siap diri, dan Chanyeol hanya diam tak mengerti dan akupun mendorongnya ke kamar untuk berganti baju, aku memilihkan baju yang cocok untuk dengannya dan ia pun menggantinya. Selang beberapa menit ia keluar dari kamar, dan akupun terpesona oleh ketampanannya. Hei lihat betapa tampannya ia hari ini, dan aku merasa jantungku berdetak dan pipiku merah merona saat ia tersenyum kepadaku. Ya! Kenapa jantungku berdetak sangat kencang,tidak tidak,aku tidak mungkin menyukainya ucapku dalam hati

"Anak anak apakah kaliah sudah siap?" sorak ibu katin.
" Ya! Ayo kita berangkat bu." Sahut hunhun.

         Dan kami pun berangkat menggunakan bus,sepanjang perjalanan kami menyanyi nyanyi, dan aku dan Chanyeol duduk bersebelahan. Sekitar 1 jam diperjalanan kamipun sampai,semua berbaris dengan rapih untuk dibagikan tiket masuk oleh ibu panti. Setelah itu, anak-anak pantipun mulai berhamburan,entahlah hanya tersisa aku dan Chanyeol yang hanya berdiam diri. Saat itu juga aku mengajak Chanyeol untuk mencoba beberapa wahana di sana, ia pun terkadang terlihat ketakutan tapi aku memaksanya agar ia mau, setelah puas kami pun duduk untuk beristirahat sejenak, tiba tiba ia beranjak

"Chan,kamu mau kemana?" tanyaku. Dan ia hanya diam,dan ia tetap menyuruhku diam tidak boleh beranjak kemana mana,akupun menurutinya. Selang beberapa menit, ia datang dengan membawa permen kapas,dan membawa 1 buah jepitan, ia pun langsung menjepitnya di rambutku.

"Kyla sangat manis, Chanyeol suka." Ucapnya dengan tersenyum. Aku merasa pipiku memanas. Setelah itu kami menaiki wahana terakhir yaitu bianglala, saat berada dipuncak bianglala, sinar matahari senja terlihat sangat indah,dan aku tidak luput untuk mengabadikan momen tersebut, akupun berfoto bersama  Chanyeol, ia tersenyum sangat manis, dan di sinilah aku merasa yakin, aku telah menyukai Chanyeol. Entahlah anggap saja aku aneh, aku menyukai seorang pria yang bodoh menurut orang, tapi aku tidak peduli, bukankah cinta tak harus mandang fisik? 

       Mataharipun sudah mulai terbenam, dan kami semua pulang seperti tadi kami pulang menggunakan bus, aku dan Chanyeol duduk bersebelahan lagi. Saat di perjalanan ia telihat mengantuk, aku menyandarkan kepalanya di bahuku. Setelah itu kami sampai, kami pun membersihkan terlebih dahulu ketika bibi memasakkan makanan untuk makan malam. Selang beberapa menit, bibi pun berteriak bahwa makanan telah matang, dan menyuruh anak panti untuk berbaris tertib, setelah dibagikan kami makan duduk di bangku masing masing, aku menyuruh Chanyeol untuk makan di sampingku, ia pun menurut.

"Ini makan yang banyak, lihatlah tubuhmu sangat kurus, sebagai lelaki kau harus makan yang banyak, agar menjadi lelaki yang kuat, jika lelaki kuat kau dapat melindungi orang yang kau sayangi." Ocehku sambil menaruh separuh lauk ku kepadanya. Ia terlihat diam dan mencerna omonganku. Tak lama kemudian
"Apakah aku harus kuat agar dapat melindungi Kyla?" ujarnya
"Ey, kenapa harus aku? kelak kau akan mendapatkan orang yang akan mencintaimu dan menyayangimu Chan." ujarku. Ia terlihat diam kembali, dengan kening yang berkerut.
"Hei, jangan terlalu dipikirkan." ucapku lagi. Dan tiba-tiba saja jawabannya sontak membuat degup jantungku berdetak kencang.
"Ya, karena aku merasa aku mencintai dan menyayangi Kyla." ucapnya dengan lantang. Akupun hanya terdiam dengan jawabannya,aku mencoba untuk tidak terbawa perasaan.
"Ya! Apa-apaan kau ini, sudah ayo kita lanjutkan makannya dan bergegas tidur." Elakku.


            Keesokkannya, Chanyeol menyirami tanaman lagi, dan aku berniat membuat dirinya terkejut dengan memeluknya dari belakang, ia pun membalikkan tubuhnya menghadapku, tapi aku terkejut saat melihat wajahnya yang amat pucat dan berkeringat cukup banyak, tidak seperti sebelum sebelumnya.

"Chanyeol,apa kau sakit? Kenapa wajah mu terlihat sangat pucat? "

Ia hanya diam tak menanggapi, dan detik itupun ia jatuh pingsan. Akupun panik dan berteriak memanggil bibi, bibipun langsung menghampiri kami dan bibi terkejut melihat chanyeol yang sudah tak sadarkan diri. Bibi langsung membawa masuk dan membaringkan chanyeol dikasur. Bibi pun menyuruhku untuk membuat air hangat. Setelah membuat air hangat bibi langsung mengompres chanyeol. Dan dengan penasaran aku bertanya ke bibi

"Bi, apakah chanyeol memiliki riwayat penyakit?"
"Kau sudah mengtahuinya Kyla ia memiliki penyakit."
"Tidak Bi, maksudku penyakit lain yang diderita Chanyeol, aku khawatir, ia tiba-tiba terlihat pucat dan pingsan, ah bahkan aku pernah melihat Chanyeol sesak nafas, bibi bisa menjelaskannya kepadaku?"
Dan bibi hanya terdiam.

Ya, Chanyeol memang memiliki sebuah penyakit lain, ketika kecil Chanyeol memang sering merasakan sesak nafas ia mengalami anemia dan itu sangat berpengaruh besar pada pembuluh darah yang mengantarkan oksigen ke paru-paru, ginjal, dan otaknya. Setiap kecil melakukan hal yang berat, maka ia akan pucat dan tidak jarang juga ia pingsan. Chanyeol mengindap penyakit Hypoxia.

Bertahun tahun waktu telah berlalu, semakin lama kami semakin beranjak remaja. Tepat berumur 17 tahun, ada seorang pasangan suami istri datang ke panti untuk mengadopsi anak, dan pasangan itu mengadopsiku,aku heran mengapa aku yang harus diadopsi, bukannya setiap pasangan ingin mengadopsi anak ketika masih bayi? Entahlah.

"Chan, kau tahu aku akan diadopsi." ucapku antusias
dia hanya diam, dan tiba-tiba saja ia melenggang pergi, sekilas aku melihat genangan air mata dimatanya.
"Chan kamu mau kemana? Hei hei.." aku pun menyusul dia. Dan aku melihat ia menangis di taman menangis sesegukkan, akupun menghampirinya.
"Hei kau mengapa menangis?"
ia hanya diam,dan melengos tidak ingin melihat muka ku.
"Hei, jangan seperti ini Chan, aku memang tidak dipanti lagi tapi aku selalu dihatimu" ucapku
"Ya aku tahu,tapi aku tidak bisa bersama Kyla lagi. Tidak ada yang mengajari Chan lagi..." ucapnya lesu
"Tenang saja, jika kau ingin bertemu denganku, kau bisa mengunjungin rumahku, dan suatu hari kamu juga akan diadopsi seseorang yang sangat menerima kamu apa adanya." jelasku
ia diam mencerna omonganku, tiba-tiba ia mengajukkan jari kelingking kepadaku, tanda aku berjanji kepadanya. Aku pun menautkan jari kelingkingku juga dan ia pun akhirnya tersenyum.
"Janji ya kepadaku,kamu akan selalu baik baik saja disini,jaga dirimu baik baik Chan, jika takdir berkata kita akan bertemu kelak kita akan bertemu. Dan aku berjanji selalu mengunjungimu disini ok?" 
Setelah dia mengikhlaskan aku dibawa oleh orang tua baruku, kami sempat berpelukan sebelum aku pergi. Tiba-tiba ia memberiku setangkai bunga baby breath yang telah diberi pita.

         Aku sekarang berumur 23 tahun, ah aku kangen dengan Chanyeol, apa kabarnya? Ya semenjak aku tinggal dirumah baruku aku mulai bersekolah, dan aku tidak sempat mengunjungi panti sesering dulu, pernah sekali saat mengunjungi panti bibi bilang kepadaku, bahwa bibi kandung Chanyeol membawa Chanyeol tinggal bersama, bertahun-tahun ternyata bibinya mencari Chanyeol, bibi Chanyeol bersyukur bahwa Chanyeol masih sehat dan ada kemajuan.

      Aku pun sekarang kuliah di universitas terkenal di kotaku, sekarang aku sedang menunggu di halte bus, tiba-tiba ada seseorang yang duduk disampingku dan

"lama tidak berjumpa Kyla."

aku terkejut saat itu juga, aku tidak bisa berkata Siapa pria tampan disampingku ini ucapku dalam hati.

"Aku Chanyeol, teman masa kecilmu, kau kenal?"
astaga aku merasa pangling sungguh pria tampan disampingku ini tidak seperti chanyeol, dulu ia memang sudah terlihat tampan tapi Chanyeol yang sekarang benar benar tampan.

"Kau, kau sungguh Chanyeol?" ia pun langsung mengangguk, dan reflek aku langsung memeluknya erat, sungguh aku sangat merindukannya. Ini Chanyeol pria yang menemaniku dulu, pria yang orang bilang ia pria bodoh tapi ini pria yang aku cintai hingga sekarang.

                                      THE END

Komentar